by

JEC Dorong Operasi Katarak yang Lebih Personal Sesuai Kebutuhan Penglihatan Pasien

JAKARTA, GANLOP.COM – Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 94 juta orang mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat atau kebutaan akibat katarak secara global. Studi yang disoroti WHO pada 2026 juga menunjukkan hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak belum memperoleh akses operasi.

Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat hingga usia lanjut, kebutuhan penglihatan juga semakin beragam, mulai dari bekerja, membaca, menggunakan perangkat digital, berkendara hingga bepergian. Karena itu, operasi katarak kini tidak hanya berfokus menghilangkan kekeruhan lensa, tetapi juga mendukung kualitas penglihatan setelah tindakan.

Dr. Milzan Murtadha, SpM, dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics, mengatakan perkembangan teknologi memungkinkan penanganan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

“Tujuan operasi katarak bukan hanya membuat pasien kembali melihat lebih jelas, tetapi bagaimana kualitas penglihatan tersebut dapat mendukung aktivitas sehari-hari. Karena kondisi mata, kebutuhan visual, dan aktivitas setiap orang berbeda, pemeriksaan dan konsultasi menjadi penting untuk menentukan pendekatan operasi serta pilihan lensa yang paling sesuai,” ujarnya.

Memahami Katarak

Katarak terjadi ketika lensa alami mata menjadi keruh sehingga penglihatan dapat buram seperti berkabut, lebih mudah silau, atau warna terlihat kekuningan. Pertambahan usia merupakan penyebab paling umum, tetapi diabetes, trauma atau operasi mata, penggunaan obat tertentu, serta faktor genetik juga dapat berperan.

“Katarak memang paling sering ditemukan seiring bertambahnya usia, tetapi faktor yang memengaruhinya cukup beragam. Karena itu, pemeriksaan mata penting untuk memahami kondisi setiap pasien secara menyeluruh, bukan hanya melihat faktor usia,” jelas Dr. Milzan.

Katarak yang berkembang dapat mengganggu aktivitas seperti membaca, melihat dalam cahaya redup, berkendara, dan mengenali lingkungan. Waktu penanganannya perlu mempertimbangkan seberapa besar kondisi tersebut telah memengaruhi fungsi penglihatan dan aktivitas pasien.

Teknologi dan Pilihan Lensa

Operasi katarak dilakukan dengan mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular (intraocular lens/IOL). Salah satu teknologi yang tersedia di JEC adalah Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS), yang menggunakan laser femtosecond untuk membantu sejumlah tahapan operasi secara lebih presisi dan konsisten.

JEC juga menyediakan beberapa pilihan lensa tanam, antara lain:

  • Multifokal, untuk mendukung penglihatan jauh, menengah, dan dekat.
  • EDOF (Extended Depth of Focus), dengan rentang penglihatan luas, terutama untuk jarak jauh dan menengah.
  • Monofokal, dengan satu titik fokus, umumnya untuk jarak jauh.
  • Toric, untuk membantu mengoreksi astigmatisme atau mata silinder dan dapat dikombinasikan dengan jenis lensa tertentu.

“Tidak ada satu jenis lensa yang otomatis paling baik untuk semua pasien. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kornea, retina dan saraf mata, anatomi mata, hasil kalkulasi lensa, pola aktivitas, serta ekspektasi penggunaan kacamata setelah operasi,” ujar Dr. Milzan.

Perkembangan teknologi membuat keberhasilan operasi katarak kini tidak hanya dilihat dari hilangnya lensa keruh, tetapi juga dari upaya mendukung kualitas penglihatan, mobilitas, dan kemandirian pasien.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan JEC sejak 1984. Saat ini JEC memiliki 16 fasilitas di sembilan kota dan terus mengembangkan layanan, termasuk JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur serta fasilitas baru yang dipersiapkan di Tangerang dan Kediri.

“Teknologi memberi semakin banyak pilihan, tetapi pusat dari seluruh proses tetap pasien. Yang terpenting adalah bagaimana pasien dapat kembali menggunakan penglihatannya untuk menjalani aktivitas dengan baik sesuai kondisi dan kebutuhannya,” tutup Dr. Milzan.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *