by

The Apurva Kempinski Bali Sukses Gelar Konferensi Tahunan: Path to Sustainable Growth 2026

GANLOP.COM – The Apurva Kempinski Bali kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dan regenerasi melalui penyelenggaraan konferensi tahunan Path to Sustainable Growth 2026.

Mengangkat tema “Regenerasi untuk Masa Depan”, konferensi yang berlangsung di Candi Ballroom, The Apurva Kempinski Bali, ini mempertemukan lebih dari 250 pemimpin dari dunia bisnis, pemerintahan, akademisi, kewirausahaan, dan komunitas lokal untuk membahas berbagai pendekatan regeneratif dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Memasuki edisi keempat, Path to Sustainable Growth tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai keberlanjutan, tetapi juga berkembang sebagai platform kolaborasi yang mendorong berbagai pihak untuk bergerak dari sekadar mengurangi dampak lingkungan menuju upaya pemulihan dan penciptaan dampak positif.

Konferensi dibuka dengan pidato utama oleh Nurmalia, Assistant Vice President of Retail Transaction Group, Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Ia menekankan bahwa pertumbuhan regeneratif membutuhkan komitmen kolektif, inovasi, serta investasi jangka panjang untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Diskusi dalam konferensi ini dibangun melalui empat tema yang saling terhubung, yaitu Warisan (Legacy), Melestarikan Bumi dan Alam (Preserving the Land and Nature), Regenerasi untuk Masa Depan (Regeneration for the Future), serta Melestarikan Manusia (Preserving People). Keempat tema tersebut mengeksplorasi bagaimana regenerasi dapat dimulai dari pelestarian budaya, perlindungan alam, penerimaan terhadap inovasi, hingga investasi pada sumber daya manusia.

Menghubungkan Warisan Budaya dengan Masa Depan

Melalui tema Warisan (Legacy), para pembicara membahas bagaimana warisan budaya Indonesia dapat tetap relevan bagi generasi mendatang. Wulan Tilaar – President Director, Martha Tilaar SPA & Puspita Marta International Beauty School merefleksikan pelestarian tradisi kebugaran bangsa melalui inovasi.

Sementara itu, Mita Alwi – Head of The Board of Trustees, Yayasan Warisan Budaya Banda membagikan pentingnya menjaga warisan budaya Banda. Anak Agung Gde Rai – Founder of Agung Rai Museum of Art membahas peran museum dan seni dalam memperkuat identitas Bali, sedangkan Heinz von Holzen – Chef-Founder, Bumbu Bali Restaurant & Cooking School menunjukkan bagaimana warisan kuliner dapat menjaga tradisi lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan.

Mendorong Perlindungan Alam melalui Pendekatan Regeneratif

Pada tema Melestarikan Bumi dan Alam (Preserving the Land and Nature), diskusi berfokus pada pengelolaan lingkungan dan pemulihan ekosistem.

Tara Susanto-Joseph – Co-Founder & CEO, Bumiterra mempresentasikan pertanian regeneratif sebagai salah satu pendekatan untuk menciptakan lanskap yang lebih sehat. Jeremy Cooper – Co-Founder, Beemahoney menyoroti peran penting keanekaragaman hayati melalui praktik perlebahan berkelanjutan.

Sementara itu, Chandra Panjiwibowo – Senior Director Asia Pacific, Rainforest Alliance membahas pengelolaan lahan yang bertanggung jawab dan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh.

Galih Batara Muda – Founder & CEO, Indonesia Coconut Hub turut menyoroti pendekatan sirkular dalam memperkuat industri kelapa Indonesia sekaligus mendukung komunitas lokal.

Inovasi dan Model Bisnis Sirkular

Berpusat pada tema “Regenerasi untuk Masa Depan”, konferensi mengeksplorasi peran inovasi dan model bisnis sirkular dalam mendorong transformasi industri.

Maitri Fischer – Chief Executive Officer, Eco-Mantra membahas strategi yang mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan, sementara Jelle Therry – Founder, Urban Nature memperkenalkan pendekatan desain regeneratif yang secara aktif berupaya memulihkan ekosistem.

Pembahasan juga mencakup solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dipresentasikan oleh Valerine Chandrakesuma – CEO and Founder, WeDoo. Nabila Syavira (Syakieb) – Corporate & Brand Communications, PT Suparma Tbk merefleksikan perjalanan manufaktur berkelanjutan PT Suparma.

Sementara Tharesa Rahma Primula – Key Account Manager, Noovoleum mempresentasikan metode inovatif untuk mengubah minyak goreng bekas menjadi sumber energi terbarukan.

Menempatkan Manusia sebagai Bagian Penting dari Regenerasi

Tema terakhir, Melestarikan Manusia (Preserving People), menempatkan kesejahteraan manusia sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.

Desak Intan – Director of Hygiene, Safety and Sustainability, The Apurva Kempinski Bali membagikan filosofi resort yang berpusat pada manusia melalui credo Mind, Body, and Soul, dengan menekankan pentingnya kesejahteraan holistik, pertumbuhan pribadi, dan budaya kerja yang suportif.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Merta Ada – Founder, Bali Usada dan Nago Tejena – General Manager, Bali Usada, yang mengeksplorasi pelestarian praktik penyembuhan tradisional Bali melalui meditasi. Natasha Clairine Mintarga – Founder, Rumah Atsiri Indonesia turut mengangkat warisan botanikal Indonesia melalui inovasi wellness, pendidikan, pemberdayaan komunitas, dan praktik bisnis berkelanjutan.

Sesi ini ditutup oleh Agatha Anggiya Murni – Nutrition & Human Performance Strategist, 3C, yang menyoroti hubungan antara nutrisi, performa manusia, dan gaya hidup berkelanjutan.

Mengukur Dampak Lingkungan dari Penyelenggaraan Acara

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pengukuran dan pengelolaan jejak karbon konferensi. Path to Sustainable Growth 2026 menghasilkan total emisi karbon sebesar 9.982,055 kgCO₂e, yang setara dengan kapasitas penyerapan karbon sekitar 1.467,95 pohon bakau.

Sebagai bagian dari upaya mencapai hasil lingkungan yang net-positif, Bali Ocean Carbon (BOC) berkomitmen untuk mendonasikan 1.500 pohon mangrove. Donasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan selama acara, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Langkah ini mencerminkan bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat menerjemahkan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi aksi lingkungan yang terukur.

Seeds of Change: Mengubah Ide Menjadi Solusi Berdampak

Sebagai kelanjutan dari semangat kolaborasi yang dibangun melalui konferensi, The Apurva Kempinski Bali juga memperkenalkan Seeds of Change, sebuah program mentorship dan inkubasi selama delapan minggu yang dirancang untuk memberdayakan generasi berikutnya dari inovator keberlanjutan Indonesia.

Program ini mengundang mahasiswa universitas dan startup tahap awal untuk mengembangkan solusi berdampak di bidang pariwisata regeneratif, inovasi lingkungan, dan kewirausahaan sosial.

Dalam penyelenggaraan Path to Sustainable Growth 2026, The Apurva Kempinski Bali secara resmi mengumumkan delapan peserta terpilih, yaitu Yogi Sidik Prasojo (Estuaria Alam Lestari), Komang Tia Trisnapratiwi (Decoco Luminer), Juliana Sianturi (Saree Ulos), Aula Larasati (Umah Pupa), Aditya Anugrah (Weavora), Ayu Adriani (Bali Ocean Carbon), Ni Wayan Orissa Hrdayani Mas Manuaba (Enably), dan Ni Komang Sri Andayani (Terra Loka Nusantara).

Para peserta mendapatkan bimbingan dari para pemimpin industri untuk menyempurnakan model bisnis, memperkuat strategi keberlanjutan, dan meningkatkan dampak jangka panjang dari inisiatif mereka. Program ini akan mencapai tahap akhir melalui sesi pitching, dengan dua proyek terkuat mendapatkan dukungan masing-masing sebesar IDR 50 juta dan IDR 20 juta untuk mendukung pengembangan ide inovatif menjadi solusi nyata.

Dari Konferensi Menjadi Gerakan Sepanjang Tahun

Lebih dari sekadar konferensi tahunan, Path to Sustainable Growth terus berkembang menjadi platform sepanjang tahun yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan aksi kolektif menuju masa depan regeneratif.

Dengan mempertemukan pemimpin pemikiran, dunia usaha, pembuat kebijakan, komunitas, dan inovator muda, The Apurva Kempinski Bali berupaya memperluas dampak inisiatif keberlanjutannya melampaui industri perhotelan dan menciptakan ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi terhadap perubahan yang lebih bermakna.

“Path to Sustainable Growth telah berkembang melampaui diskusi tentang keberlanjutan. Saat ini, fokus kami adalah pada regenerasi – bergerak melampaui sekadar mengurangi dampak menuju pemulihan ekosistem secara aktif, memperkuat komunitas, melestarikan warisan budaya, dan menciptakan peluang untuk meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang,” ujar Vincent Guironnet, General Manager of The Apurva Kempinski Bali.

“Kami percaya bahwa regenerasi memerlukan aksi kolektif. Dengan mempertemukan beragam suara, membangun kerjasama yang bermakna, dan memberdayakan inovator masa depan melalui inisiatif seperti Seeds of Change, kami berharap dapat menginspirasi solusi yang tidak hanya mempertahankan masa depan, tetapi juga secara aktif memperbaikinya. Inilah peran yang kami yakini dapat dijalankan oleh dunia perhotelan: menjadi katalis transformasi positif di mana manusia, budaya, alam, dan bisnis tumbuh bersama.”

Seiring berlanjutnya program Seeds of Change, perhatian kini tertuju pada perjalanan delapan inovator terpilih dalam mengembangkan ide-ide mereka menjadi solusi yang berdampak.

Perkembangan program dan pengumuman dua penerima penghargaan akan dibagikan melalui kanal Instagram resmi The Apurva Kempinski Bali, sehingga masyarakat dapat mengikuti bagaimana ide-ide tersebut berkembang menjadi aksi regeneratif di masa depan.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *