by

Pepsodent Perkenalkan Pasta Gigi Microbiome Active Pertama sebagai Solusi Kesehatan Gigi dan Mulut Masa Depan

GANLOP.COM – Hadir di tengah perhelatan bergengsi Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Pepsodent mengedepankan paradigma baru tentang pentingnya kesehatan microbiome mulut dengan menghadirkan sesi ilmiah yang dibawakan oleh pakar global dari University of Birmingham, Dr. Praveen Sharma, Ph.D., BDS, MFDS (RCS Edin.), FHEA, FDS (Restorative Dentistry) (RCS Edin.). Di saat yang sama, Pepsodent juga memperkenalkan terobosan inovasi Pepsodent Pro.Care yang dirancang untuk menjaga microbiome mulut tetap sehat.

KPPIKG adalah pertemuan ilmiah dan pameran kedokteran gigi yang digelar setiap tiga tahun untuk mempertemukan para pakar kesehatan gigi dan mulut dari dalam maupun luar negeri. Tahun ini, KPPIKG 2026 yang mengangkat tema “Shaping the Future of Global Oral Health: Translating Science, Technology, and Humanity” telah dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta untuk membahas berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang akan membentuk masa depan kesehatan gigi dan mulut.

Di KPPIKG 2026, Pepsodent menghadirkan sesi ilmiah yang bertujuan menginspirasi para dokter gigi untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya peranan microbiome bagi kesehatan rongga mulut, di mana masih terdapat mispersepsi bahwa mulut yang sehat adalah mulut yang sepenuhnya terbebas dari bakteri. Selain itu, di tengah perubahan gaya hidup modern yang membuat masyarakat Indonesia semakin rentan mengalami berbagai masalah gigi dan mulut, masih banyak yang menilai kesehatan rongga mulut hanya berdasarkan tanda-tanda yang mudah terlihat, seperti gigi yang tampak lebih bersih, napas yang lebih segar, atau sensasi bersih setelah menyikat gigi. Padahal para ahli menilai bahwa indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi kesehatan rongga mulut secara menyeluruh.

Dalam paparannya Dr. Praveen menyampaikan, “Selama ini masyarakat sering menganggap semua bakteri di dalam rongga mulut harus dihilangkan, padahal rongga mulut yang merupakan komunitas mikroba terbesar kedua dalam tubuh manusia ternyata memiliki ekosistem kompleks yang dihuni oleh lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang disebut sebagai microbiome mulut. Layaknya pada usus, microbiome mulut terdiri dari bakteri baik maupun bakteri yang berpotensi merugikan. Ketika keseimbangannya terganggu atau dikenal dengan istilah dysbiosis, maka bakteri merugikan dapat berkembang lebih dominan dan memicu berbagai masalah seperti pembentukan plak, gigi berlubang, radang gusi, hingga bau mulut.”

“Meskipun komposisi bakteri dalam microbiome mulut berbeda pada setiap individu karena dipengaruhi faktor genetika, pola makan, gaya hidup hingga lingkungan, namun secara umum perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut agar bakteri baik dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut. Apalagi kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga menjaga kesehatan microbiome mulut juga menjadi bagian penting dari upaya melindungi kesehatan jangka panjang,” lanjut Dr. Praveen.

Sejalan dengan pendekatan microbiome yang kini menjadi tren global dalam berbagai kategori personal care, KPPIKG 2026 adalah momentum tepat bagi Pepsodent untuk mentransformasi standar perawatan gigi dan mulut melalui paradigma baru tentang pentingnya kesehatan microbiome mulut sebagai awal dari kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Esperansa Hidayat, Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia menyampaikan, “Sebagai brand pasta gigi no. 1 di Indonesia yang telah melindungi senyum keluarga Indonesia selama lebih dari 90 tahun melalui inovasi berbasis sains dan teknologi, Pepsodent mengambil langkah transformatif dengan memperkenalkan solusi perawatan gigi dan mulut masa depan yaitu Pepsodent Pro.Care, pasta gigi pertama dari Pepsodent dengan teknologi Microbiome Active yang telah dikembangkan bertahun-tahun oleh para scientist dari berbagai belahan dunia.”

“Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik sehingga kesehatan microbiome mulut tetap terjaga. Melalui mekanisme yang menyerupai cara kerja prebiotik, teknologi ini membantu memperkuat pertahanan alami rongga mulut untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut secara lebih menyeluruh,” lanjut Esperansa.

Teknologi Microbiome Active telah teruji secara klinis dan dirancang untuk memberikan perlindungan hingga 24 jam , menjadikan Pepsodent Pro.Care sebagai terobosan penting di dunia kesehatan gigi dan mulut yang praktis digunakan setiap hari. Selain keunggulan dari sisi teknologi, Pepsodent Pro.Care juga memberikan pengalaman sensorial yang berbeda karena hadir dalam format translucent gel berbulir halus untuk menghasilkan rasa bersih yang kesat. Inovasi ini hadir dalam enam varian yang disesuaikan dengan beragam kebutuhan masyarakat, yaitu Icy Fresh, Complete White, Multi Protection, Charcoal Deep Clean, Enamel Shield, dan Plaque Prevention.

“Melalui kehadiran Pepsodent Pro.Care di KPPIKG 2026, kami memperkenalkan ilmu pengetahuan terkini tentang microbiome mulut kepada para dokter gigi untuk mentransformasi penggunaan produk perawatan gigi sehari-hari. Kami percaya bahwa inovasi berbasis sains yang mudah diakses ini akan membantu semakin banyak keluarga Indonesia memiliki kesehatan gigi dan mulut yang lebih optimal,” tutup Esperansa.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *