JAKARTA, GANLOP.COM – JF3 Fashion Show adalah salah satu perhelatan fashion paling dinantikan di Jakarta dan Indonesia, menghadirkan desainer terkemuka dan talenta baru di runway berstandar internasional. Dengan mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future,” JF3 2026 resmi digelar 23 – 29 Juli 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading.
Di hari pertama Kamis (13/7) penyelenggaraannya, JF3 2026 menampilkan koleksi dari pemenang ajang Future Fashion Designer (FFD), yaitu Arron Bryan beserya para finalis FFD, koleksi dari beberapa desainer PINTU, seperti Andrean NR, Dacia dan Aldrie.
Dilanjutkan juga dengan penampilan koleksi Ecole Duperre Paris dengan desainer Maurine Wilebien, Aurelien Voegelin dan Paul Vidan.

Arron Bryan
Arron Bryan mempersembahkan koleksi bertajuk “OPPOSITE: The Fallen Virtue”, sebuah eksplorasi kreatif yang mengangkat makna tentang dualitas, kontras, dan transformasi karakter dari ide ke koleksi. Mengusung tema utama “OPPOSITE”, koleksi ini lahir dari interpretasi yang membalik sudut pandang terhadap sumber inspirasi.
Arron Bryan mengambil inspirasi dari salah satu aksesoris karya Rinaldy Yunardi, yaitu sebuah bridal headpiece bergaya Art Nouveau berbentuk angsa berwarna putih yang kaya akan detail.

Aldrie

Paul Vidal
Paul mengangkat judul Emballez-moi (Wrap Me Up) untuk koleksinya di JF3 2026. Koleksi ini terinspirasi dari perpaduan antara busana bersejarah abad ke-17 hingga ke-18 dengan estetika material pelindung kemasan (protective packaging), menghadirkan dialog antara warisan sejarah dan ekspresi kontemporer.

Maurine Willebien
Desainer knitwear Maurine Willebien menghadirkan koleksi “Beauties” ke BRI JF3 Fashion Festival 2026, mempresentasikan eksplorasi berani tentang tubuh perempuan dan reinterpretasi kode-kode pakaian intim.
Untuk siluetnya, Willebien mengembangkan kode-kode spesifik yang lahir dari imajinasinya. Ia bekerja di sekitar peningkatan tubuh, khususnya melalui pengungkapan kaki dan bermain dengan volume. Ia tertarik pada garmen yang lembut dan fleksibel yang dapat berkembang bersama tubuh pemakainya, piece yang dapat tergelincir dari bahu, mengungkapkan fragmen kulit, dan memberikan rasa kebebasan kepada yang memakainya.
Aurelien Voegelin
Aurelien mempersembahkan Koleksi 3088 yaitu koleksi yang berakar pada sejarah keluarganya yang berasal dari garis keturunan petani yang telah mengolah farm yang sama selama lebih dari empat abad.
Koleksi ini dibangun atas riset ekstensif yang menggabungkan fotografi arsip keluarga, citra dokumenter yang diproduksi Voegelin sendiri, dan referensi visual yang lebih luas dari lanskap pedesaan Prancis.







Comment