by

Diadaptasi dari Call of Duty, Rohan Mirza Hadirkan Koleksi Stonehaven di JF3 2026

JAKARTA, GANLOP.COM – Rohan Mirza adalah sebuah studio mode yang didirikan di Paris pada tahun 2021, yang mengeksplorasi titik temu antara budaya internet, narasi pribadi, keahlian teknis, dan pencetakan 3D. Setiap koleksinya berfungsi sebagai dunia paralel yang dapat diuraikan, dihuni, dan diadopsi.

Di ajang JF3 Fashion Festival 2026 studio mode ini menghadirkan koleksi yang mengeksplorasi peran emosi di era pesona digital: di antara mitos-mitos populer di internet dan warisan antargenerasi.

Setelah Nuketown, peta pertama yang diadaptasi dari Call of Duty, merek muda ini melanjutkan penjelajahannya ke wilayah wilayah imajiner melalui Stonehaven, koleksi Musim Semi/Musim Panas 2026-nya. Kali ini, reruntuhan kastil dari Call of Duty berfungsi sebagai latar belakang simbolis, yang diciptakan kembali dalam bentuk taman umum untuk sebuah upacara yang merayakan bukan sekadar ikatan biner, melainkan ikatan emosional—baik nyata maupun virtual—yang dibangun dan dipelihara oleh setiap individu dalam realitas digital.

Di sini, ikatan keluarga kandung diwujudkan dalam gagasan komunitas yang dipilih. Taman tersebut membangkitkan kenangan akan taman bermain masa kecil serta pertemuan tak terduga, di mana bangku taman menjadi sisa yang paling setia. Penonton merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara anachronistic ini, yang berada di antara teater sosial, peragaan busana, dan ritual.

Sebuah estetika di antara hantu-hantu digital dan hyperrealism. Dalam semesta yang bernuansa vampir dan puitis ini, senjata tak lagi mematikan; senjata-senjata itu justru membela cinta, ikatan, dan kelembutan.

Siluet-siluetnya menyerupai mainan, berayun antara kerapuhan dan perlindungan, kenangan dan hiperbola. Armor Nuketown telah berganti menjadi bentuk-bentuk bulat dari kain katun fleece, begitu pula teknologi 3D kini tampil lebih halus.

Selain dari koleksi Rohan Mirza, koleksi dari desainer Louise Marcaud, TAREET dan Fengyuan DAI juga sayang untuk dilewatkan. Yuk intip koleksinya.

Louise Marcaud

Fengyuan DAI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *