by

#MYBABYMomversity 2021 Bekali Ibu untuk Kuat Jalankan Multiperan

-Keluarga-3 views

JAKARTA, GANLOP.COM – Memahami beban ibu yang yang semakin berlipat ganda dan membutuhkan ketangguhan selama pandemi ini, MY BABY kembali menyuguhkan MYBABYMomversity 2021 dengan tema “Smart Parenting in Uncertain World”.

“MY BABY melihat bahwa multiperan yang ibu jalankan selama pandemi sebagai hal yang tak mudah. Terbukti, sebuah studi dari UN Women mengungkapkan 57% wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan, akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi. Belum lagi ditambah berbagai ketidakpastian yang masih menghantui, seperti kapan pandemi berakhir? kapan sekolah kembali dibuka? bagaimana situasi ekonomi ke depan? Karenanya, kami berharap kehadiran #MYBABYMomversity tahun ini mampu membantu ibu mengurangi kecemasan yang ia hadapi. Dengan demikian, anggota keluarga khususnya anak-anak dapat menjadikan ibu sebagai role model yang senantiasa bahagia sekaligus tangguh”, ujar Selva Marsentiani, Senior Head of Brand Communications & Content MY BABY.

“Ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda. Kekhawatiran akan kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup “Me Time”, serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi di saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan. Karenanya, kemampuan menyadari pikiran, emosi dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa ia kendalikan, bukan pada halhal yang belum pasti”, ungkap Tiara Puspita, M. Psi.

Tiara menambahkan, ada 3 hal yang dapat ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh jalani perannya selama masa-masa menantang ini:

 1. Self-care – Ibu dapat mengurangi rasa stress dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya. Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat ibu lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali. Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan serta kesehatan yang optimal untuk dirinya dan keluarga;

2. Ciptakan keharmonisan keluarga – Ketika ibu mencontohkan hubungan yang penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai. Bahasa yang positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga yang damai dan bahagia pada saatsaat stres seperti sekarang, namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga;

3. Latih diri untuk menerima situasi yang ada, baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak – Sadari bahwa ibu tidak harus selalu sempurna. Dengan memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal yang berada dalam kendali.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, dan dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri.

Berbagi pengalamannya, Kimberly Ryder mengatakan, “Selain memulai dengan mencintai diri sendiri, peran support system juga sangat besar dalam membantu seorang ibu mampu mewujudkan kebahagiaannya, sekaligus membuatnya menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala tantangan. Beruntung saya memiliki pasangan yang tak hanya setia mendampingi, namun terus meluangkan waktu memberikan dukungan, terutama di saat kami baru memiliki buah hati pertama kami, dan harus melakukan semua hal di negara lain tanpa bantuan keluarga. Belum lagi ketika saya harus melakukan persalinan anak kedua kami di tengah pandemi. Kecemasan tentu ada. Namun dengan dukungan orang-orang terdekat, dan belajar menerima situasi melalui pola pikir yang positif, membuat saya dapat melewati segala kesulitan dengan mudah”.

Selain bahagia, untuk menjadi tangguh dalam situasi dan kondisi saat ini, ibu juga harus sehat dan memastikan keluarga juga terjaga kesehatannya. Menjaga kesehatan mulai dari dalam, dengan memastikan kebutuhan harian nutrisi pada tubuh, amatlah penting.

“Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan untuk memenuhi gizi seimbang yaitu kenali kondisi tubuh, pahami kandungan gizi dari asupan makanan yang dikonsumsi dan terapkan pola makan yang tepat. Makanan sehat tidak harus mahal dan melewati proses pengolahan yang rumit. Nutrisi, vitamin, dan mineral yang tepat bisa didapatkan dari bahan makanan sederhana yang diolah dengan cara dan takaran yang tepat. Tak berhenti sampai di situ, menerapkan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan pun diperlukan. Karena jika tidak, akan menimbulkan risiko dan berbahaya bagi tubuh”, jelas Alvin Hartanto.

Selain kesehatan, masalah keuangan di masa pandemi juga merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh ibu sebagai pengelola keuangan keluarga. Dijelaskan oleh Prita Ghozie, “Di situasi ekonomi yang tak menentu saat ini, yang utama adalah mengetahui bagaimana cara untuk bertahan. Ibu tetap harus bisa berkarya dan tahu cara menghasilkan uang dengan menggali kemampuan yang ibu miliki, seperti misalnya memasak, dan menjualnya dengan memanfaatkan media sosial. Setelah itu, ibu bisa melakukan perencanaan anggaran untuk keluarga, dengan penyesuaian gaya hidup dan menjaga pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Jika masih ada dana tersisa, maka sebaiknya sebagian disisihkan sebagai tambahan dana darurat dan dana kesehatan. Dana darurat bisa membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan dana kesehatan dapat mencegah dana darurat tergerus oleh biaya berobat.”

“Tak ada kata terlambat. Yang harus mulai dilakukan oleh ibu adalah menyusun rencana keuangan yang baik dan mengetahui komposisi yang tepat, serta disiplin dalam penerapannya”, imbuhnya.

#MYBABYMomversity merupakan salah satu bentuk komitmen MY BABY sebagai mitra yang selalu mendampingi ibu dalam menjalani dan menikmati perannya. Mengusung spirit “Share, Learn, Play”, sejak 2019 #MYBABYMomversity terus digelar dengan menghadirkan kelas inspiratif tentang parenting, finansial, dan kesehatan.

Di 2020, kegiatan ini menekankan digitalisasi sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi lewat penyuguhan materi melalui kelas digital. Sukses sentuh lebih dari 14 juta ibu lewat berbagai macam platform, #MYBABYMomversity tahun ini mengajak para ibu untuk terus meningkatkan pengetahuan, dengan menambah dua kelas inspiratif yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni: food & nutrition, dan style & self-care.

“Harapan ke depannya, #MYBABYMomversity tetap bisa menjadi wadah pengembangan diri andalan ibu, sekaligus membuat ibu terus teredukasi sehingga mampu jalani peran di situasi apapun. Setelah berhasil melewati satu tahun pandemi, saat ini merupakan kesempatan bagi ibu untuk menumbuhkan ketangguhan yang lebih kuat. Kami yakin, ibu akan lebih siap mentolerir ketidakpastian dan lebih tangguh mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah”, tutup Selva.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *