by

Siloam Hospitals Mampang Hadirkan Tujuh Program Skrining Tulang dan Sendi

JAKARTA, GANLOP.COM – International Osteoporosis Foundation (IOF) menyebutkan satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia 50 tahun ke atas berisiko mengalami patah tulang akibat osteoporosis sepanjang hidupnya. Kondisi ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan penanganan untuk menjaga mobilitas serta kualitas hidup.

Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Mampang memperkuat layanan orthopaedi melalui pengembangan Fracture Liaison Service (FLS), tujuh program skrining kesehatan tulang dan sendi, serta edukasi publik dan pemeriksaan kepadatan tulang gratis.

Sebagai bagian dari pengembangan FLS, Siloam Hospitals Mampang tercatat dalam Map of Best Practice Capture the Fracture® yang dikelola IOF dengan status New FLS (Blue Star). Inisiatif ini diperkenalkan melalui kegiatan “Timeless Music, Timeless Movement” di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jumat (30/10/2026), dalam rangka Hari Osteoporosis Sedunia.

FLS merupakan layanan terkoordinasi untuk mengidentifikasi pasien yang mengalami patah tulang akibat kerapuhan, mengevaluasi risiko osteoporosis, serta mengarahkan penanganan lanjutan guna mengurangi risiko patah tulang berulang.

Hospital Director Siloam Hospitals Mampang, Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati, Sp.EM, mengatakan penanganan pasien tidak seharusnya berhenti setelah tindakan medis selesai.

“Melalui pengembangan Fracture Liaison Service, kami ingin membangun proses tindak lanjut yang lebih terstruktur, mulai dari identifikasi pasien berisiko, evaluasi osteoporosis, hingga edukasi dan penanganan lanjutan,” ujarnya.

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Subspesialis Orthopaedi Tulang Belakang Konsultan Siloam Hospitals Mampang, dr. Dohar A.L. Tobing, Sp.OT, Subsp.OTB(K), menjelaskan osteoporosis sering berkembang tanpa gejala hingga terjadi patah tulang. Penurunan tinggi badan dan perubahan postur juga perlu diwaspadai sebagai kemungkinan tanda patah tulang pada tulang belakang.

Karena itu, masyarakat dianjurkan memahami faktor risiko dan berkonsultasi mengenai pemeriksaan yang sesuai sebelum terjadi patah tulang.

Siloam Hospitals Mampang menyediakan tujuh program skrining, meliputi pemeriksaan osteoporosis, osteoartritis lutut, nyeri punggung bawah, nyeri bahu, kaki dan pergelangan kaki, Active Life MCU bagi individu aktif dan pegiat olahraga, serta skrining berbasis komunitas untuk skoliosis dan bunion.

Executive Director Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang dan sendi sejak dini.

“Melalui program skrining, edukasi, dan layanan yang lebih terintegrasi, kami ingin membantu masyarakat tetap aktif dan mempertahankan kualitas hidupnya lebih lama,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, rumah sakit menargetkan lebih dari 200 pengunjung memperoleh edukasi kesehatan tulang dan pemeriksaan kepadatan tulang gratis. Program ini juga sejalan dengan kampanye global IOF 2026, “Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life”.

Ke depan, Siloam Hospitals Mampang akan terus mengembangkan pencegahan patah tulang berulang, koordinasi tindak lanjut pasien, dan peningkatan kualitas layanan melalui kerangka Capture the Fracture®.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *