GANLOP.COM – SPEKIX (Neurodiversity Expo) 2026 resmi dibuka pada Sabtu (10/10) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Tahun ini, SPEKIX memperkuat perannya sebagai platform kolaborasi untuk mendorong kebijakan yang lebih inklusif bagi individu berkebutuhan khusus (IBK) di Indonesia.
Sejak pertama kali digelar pada 2019 dengan nama Special Kids Expo, SPEKIX berkembang dari inisiatif komunitas untuk membangun kesadaran menjadi platform inklusi nasional. Pada 2025, melalui semangat One Community in Harmony, acara ini mencatat 5.585 pengunjung, melampaui target awal sebanyak 3.500 orang.

Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia, Zarrabida Ibnusirad, mengatakan bahwa SPEKIX bukan sekadar acara tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan untuk mendorong perubahan nyata.
“SPEKIX bukan sekadar acara dua hari — ini gerakan yang terus mendorong, sampai kebijakan yang berpihak pada individu berkebutuhan khusus benar-benar terwujud: bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, SPEKIX terlibat dalam diskusi bersama Bappeda Provinsi DKI Jakarta serta audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Upaya ini bertujuan mendorong layanan disabilitas yang terintegrasi, mulai dari masa kehamilan, pendidikan, hingga dunia kerja, agar dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam membangun ekosistem inklusi.

“Inklusi tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, kegiatan, atau momentum. Membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui pembukaan stan resmi, undangan kepada guru PAUD dan SD untuk mengikuti lokakarya tenaga pendidik, serta pelibatan komunitas binaan pemerintah daerah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kolaborasi bersama SPEKIX merupakan bagian dari komitmen mewujudkan Jakarta yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga, termasuk individu berkebutuhan khusus.

Selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, SPEKIX menghadirkan 35 seminar dan lokakarya, lebih dari 129 tenant pameran dan bazar, pertunjukan panggung, serta konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis. Program Karier Inklusi juga mempertemukan individu berkebutuhan khusus dewasa dengan perusahaan yang membuka kesempatan kerja inklusif.
Seluruh rangkaian acara dapat dikunjungi secara gratis. Pada hari pertama, pengunjung dapat mengikuti lokakarya tenaga pendidik, mengunjungi stan Karier Inklusi, dan memanfaatkan layanan konsultasi gratis. SPEKIX akan berlanjut pada Minggu (11/10) dengan sesi dan penampilan tambahan hingga pukul 18.00 WIB.
Melalui semangat #YouAreNotAlone, SPEKIX 2026 berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Lebih dari sekadar pameran, SPEKIX ingin mendorong terwujudnya Indonesia yang ramah neurodiversitas melalui akses pendidikan, layanan, dan kesempatan kerja yang lebih inklusif.






Comment