JAKARTA, GANLOP.COM – AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase) menghadirkan 3 desainer dari Vietnam, Laos, dan Thailand. Masing-masing memamerkan looks dengan ciri khas negara mereka.
Menariknya, koleksi ketiga desainer ini seolah-olah menggabungkan keanggunan tenang sutra Laos, simbolisme ikonik gajah Thailand, dan pesona magis dongeng hutan Vietnam. Setiap cerita terungkap
The Whisper of Silk (Laos) – Bandid Lasavong
Koleksi ini hadir drngan siluet yang terinspirasi dari keanggunan “old money”, dijahit dari sutra Laos yang dianyam tangan.
Palet warnanya sederhana: ivory, champagne, antique gold, and soft jade. Detail-detailnya merupakan contoh sempurna dari keahlian tangan — motif klasik yang dihidupkan kembali dengan bordir benang emas, aksen mutiara yang halus, dan potongan yang terstruktur, mencerminkan keanggunan vintage.
The Pulse of Pride (Thailand) – Pitnapat Yotinratanachai
Koleksi ini menonjolkan Identitas Thailand melalui motif gajah yang berani dan tak terbantahkan — diinterpretasikan bukan sekadar cetakan, melainkan sebagai bentuk patung dan narasi visual.
Embossing bergaya gajah pada kulit, bentuk gading abstrak pada aksesori logam, dan jubah yang mengalir meniru gerakan makhluk megah ini mendominasi koleksi.
Warna berubah menjadi royal sapphire, onyx, and sunlit bronze yang diterangi matahari.
Potongan busana berani, dengan sudut tajam dan lipatan tak terduga yang mengingatkan pada arsitektur Thailand kuno dan teknik avant-garde modern.
The Dream Enchanted (Vietnam) – Nicky Vu
Koleksi ini terinspirasi oleh *A Midsummer Night’s Dream*, bab Vietnam adalah mimpi yang ethereal di mana fantasi Shakespearean bertemu dengan keanggunan feminin Vietnam.
Brokat, tulle, dan hiasan halus mekar seperti bunga liar. Siluet mengalir seperti cahaya bulan — beberapa melekat pada bentuk, yang lain melayang dalam awan kain transparan yang membentang.
Tweed dan denim menambahkan tekstur dan kejutan, menanamkan keajaiban dalam kenyataan. Warna pistachio, kuning mentega, dan putih porselen berkilau di samping nuansa gelap biru senja dan obsidian.
Finale: A Unified Tapestry
Adegan akhir menyatukan ketiga cerita menjadi satu klimaks visual yang megah. Siluet megah Laos, drama simbolis Thailand, dan keajaiban magis Vietnam berjalan berdampingan — bukan sebagai kontras, tetapi sebagai pelengkap.
Bersama-sama, mereka membentuk panorama haute couture Asia Tenggara: mendalam, tak terbatas imajinasinya, dan tak takut untuk mendefinisikan ulang apa yang dimaksud dengan tradisi di era modern.
Comment