JAKARTA, GANLOP.COM – Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang terasa seperti berdenyut, dan umumnya terjadi di salah satu sisi kepala saja. Umumnya, orang yang mengalami sakit kepala migrain cenderung lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
Dibandingkan sakit kepala biasa, migrain cenderung lebih melemahkan. Migrain sendiri biasanya dapat hilang dalam waktu 4 jam, meski dalam beberapa kasus bisa bertahan berhari-hari.
Seperti yang dijelaskan dr. Novrialdi Kesuma Putra, Sp.N, Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi, Migrain berbeda dari sakit kepala karena intensitas nyerinya yang cenderung lebih hebat. Ada beberapa perbedaan mendasar dari migrain dan sakit kepala biasa, yaitu:
1. Lokasi Nyeri
Sakit kepala biasa sering kali terasa di seluruh kepala, dengan fokus nyeri di dahi, pelipis, atau leher bagian belakang.
Sementara, migrain sering kali hanya terjadi di salah satu sisi.
2. Tipe Nyeri
Tipe nyeri yang dirasakan antara sakit kepala biasa dan migrain pun berbeda. Sakit kepala biasa cenderung memberikan sensasi sakit seperti ditekan atau berat.
Sementara itu, migrain memberikan sensasi sakit yang berdenyut.
3. Intensitas Nyeri
Intensitas nyeri atau tingkat keparahan migrain dan sakit kepala memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa bisa berkisar dari ringan hingga berat.
Di sisi lain, nyeri akibat migrain cenderung lebih tinggi intensitasnya, yakni dapat berkisar dari sedang hingga berat.
4. Durasi Nyeri
Sakit kepala biasa cenderung lebih singkat kejadiannya, antara 5 menit hingga 4 jam. Ini berbeda dengan migrain yang bisa berlangsung antara 4 jam hingga berhari-hari, atau bahkan hitungan bulan.
5. Pemicu
Walau mirip, pemicu sakit kepala biasa dan migrain memiliki sedikit perbedaan. Sakit kepala biasa umumnya dipicu oleh stres, kecemasan, mata lelah, hingga otot yang tegang.
Sementara, pemicu migrain antara lain:
● Kecemasan
● Kurang tidur
● Melewatkan waktu makan
● Perubahan hormon
● Perubahan ketinggian
● Perubahan tekanan udara
● Konsumsi kafein berlebihan
● Konsumsi alkohol berlebihan
● Alat kontrasepsi hormonal
Jenis migrain
Terdapat 2 jenis migrain yang umum terjadi, yaitu migrain aura dan migrain tanpa aura.
Aura sendiri adalah sebuah sensasi yang muncul sekitar 10-30 menit sebelum serangan migrain datang. Orang yang mengalami migrain dengan aura akan mengalami sensasi berikut ini:
● Kesulitan fokus atau susah konsentrasi
● Melihat kilatan cahaya atau garis yang tidak biasa
● Merasa kesemutan atau mati rasa di wajah atau tangan
● Mengalami perubahan sensasi dalam penciuman, pengecap, dan sentuhan
Gejala Migrain
Gejala migrain biasanya akan terdiri atas 4 fase atau tahapan. Masing-masing fasenya mungkin memiliki gejala yang berbeda.
Berikut ini adalah tahapan serangan migraine:
1. Aura
Pada tahap ini aura akan muncul beberapa menit atau 1 jam menjelang serangan migrain datang. Biasanya berupa gangguan visual.
Orang dengan migrain aura akan mengalami gejala, seperti:
● Gangguan penglihatan, seperti melihat bentuk objek, titik atau garis terang, hingga pendar cahaya
● Kehilangan penglihatan sementara
● Kesemutan di lengan dan kaki
● Kelemahan atau mati rasa di wajah atau salah satu sisi tubuh
● Gangguan bicara
2. Serangan Migrain
Serangan migrain biasanya terjadi selama 3 jam hingga 2-3 hari, atau bahkan lebih lama jika dibiarkan tanpa penanganan.
Serangan ini dapat datang beberapa kali dalam sebulan, walau termasuk jarang terjadi. Beberapa gejala yang Anda rasakan saat serangan migrain, antara lain:
● Sakit kepala sebelah
● Sakit kepala berdenyut
● Sensitif terhadap cahaya, suara, terkadang juga dengan bau dan sentuhan
● Mual dan muntah
Penyebab Migrain
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab migrain. Namun, genetik dan faktor lingkungan diduga jadi penyebab utamanya.
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko Anda mengalami migrain, antara lain:
● Perubahan hormon
● Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan
● Stres
● Rangsangan sensorik yang berlebihan, seperti suara bising, kilat lampu, atau bau yang terlalu kuat
● Perubahan pola tidur
● Aktivitas fisik berlebihan
● Perubahan cuaca
● Obat-obatan tertentu
● Makanan tertentu, terutama yang tinggi garam dan olahan
● Bahan tambahan makanan, seperti MSG atau pemanis aspartam
Cara Mengatasi Migrain
Untuk mengatasi migrain, dokter biasanya akan berfokus untuk membantu Anda mengatasi gejalanya dan membuat Anda lebih nyaman.
Cara utama yang dapat dianjurkan dokter untuk mengatasi migrain, antara lain:
● Konsumsi obat pereda nyeri, baik untuk mengatasi sakit atau mencegahnya
● Menjauhi atau menghindari pemicu migrain
Selain itu, Anda juga bisa mencoba metode pengobatan lain, seperti
● Kompres hangat di area yang sakit
● Pijat
● Peregangan leher
● Yoga
● Akupunktur
Apabila telah melakukan berbagai sakitnya tetap terasa, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan membantu Anda memahami penyebab migrain yang Anda alami dan memberikan pengobatan yang tepat.






Comment